Pusat Informasi
Trending
Maaf, tidak ditemukan tags pada periode waktu yang ditentukan.
Beranda » TOEFL » Sejarah TOEFL CBT: Dari PBT ke Era Komputer di Indonesia

Sejarah TOEFL CBT: Dari PBT ke Era Komputer di Indonesia

Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Perjalanan TOEFL tidak berubah dari kertas ke komputer dalam satu malam. Secara global, tes ini bermula pada 1964, lalu memasuki era computer-based testing pada 1998 sebelum TOEFL iBT diperkenalkan pada 2005. Di Indonesia, perubahan format tersebut ikut memengaruhi cara kampus, lembaga bahasa, dan peserta memahami tes kemampuan bahasa Inggris.

Namun, ada satu hal yang perlu dibedakan sejak awal: sejarah TOEFL resmi milik ETS tidak sama dengan sejarah munculnya berbagai tes prediksi di Indonesia. Tes prediksi berkembang sebagai layanan lokal untuk latihan, evaluasi, atau kebutuhan administratif tertentu, sedangkan TOEFL resmi mengikuti ekosistem dan standar ETS.

Kronologi singkat perkembangan TOEFL dari PBT ke CBT

ETS mencatat TOEFL pertama kali diperkenalkan pada 1964. Pada fase awal, tes berfokus pada kemampuan yang diukur melalui soal pilihan ganda, termasuk listening, reading, struktur, dan tata bahasa.

Perubahan besar terjadi pada 1998 ketika ETS memperkenalkan TOEFL CBT. Format baru ini bukan hanya memindahkan soal ke layar komputer. ETS juga menambahkan elemen penilaian yang dirancang untuk memanfaatkan teknologi, termasuk essay yang menjadi bagian dari setiap administrasi CBT dan jenis soal baru pada Listening serta Reading.

Pada September 2005, ETS meluncurkan TOEFL iBT. Format ini mengintegrasikan Reading, Listening, Speaking, dan Writing dalam konteks akademik. Setelah masa transisi, TOEFL CBT dihentikan; administrasi CBT terakhir berlangsung pada September 2006.

Apa yang berubah ketika TOEFL masuk era komputer?

Peralihan dari PBT ke CBT bukan sekadar soal media. Perubahan ini menggeser pengalaman peserta, cara distribusi tes, dan desain evaluasi.

Peserta mulai berinteraksi dengan sistem digital

Dalam TOEFL CBT, peserta mengerjakan tes di komputer, mengikuti tutorial penggunaan sistem, dan menjawab soal melalui antarmuka digital. ETS pada 1998 bahkan meneliti apakah familiaritas komputer memengaruhi performa peserta. Hasil riset menunjukkan bahwa setelah kemampuan bahasa dikontrol, tidak ada hubungan bermakna antara tingkat familiaritas komputer dan performa pada tugas bahasa terkomputerisasi bagi peserta yang telah mengikuti tutorial.

Penilaian mulai memanfaatkan format yang lebih kompleks

CBT memungkinkan bentuk soal dan administrasi yang lebih fleksibel daripada tes kertas konvensional. Namun, evolusi terbesar justru terlihat pada iBT, karena tes ini dirancang untuk menilai kemampuan komunikatif dalam konteks akademik melalui kombinasi receptive dan productive skills.

Bagaimana konteks Indonesia mengikuti transformasi TOEFL?

Tidak ada satu sumber primer ETS yang menetapkan “tanggal resmi TOEFL masuk Indonesia” atau satu garis waktu nasional yang berlaku untuk semua institusi. Karena itu, sejarah penggunaan TOEFL di Indonesia lebih aman dipahami sebagai proses adopsi bertahap oleh kampus, lembaga bahasa, pusat tes, dan institusi yang membutuhkan standar kemampuan bahasa Inggris.

Dalam praktiknya, Indonesia mengikuti perubahan ekosistem global TOEFL: format kertas tetap familiar untuk kebutuhan institusional, sementara penggunaan komputer dan internet semakin dominan ketika akses digital meluas. Saat ini, peserta di Indonesia dapat menjumpai TOEFL iBT, TOEFL ITP, dan berbagai tes prediksi dengan tujuan yang berbeda.

Untuk memahami struktur TOEFL ITP yang masih dipakai saat ini, baca panduan format TOEFL ITP 2026 dan penilaiannya. Jika Anda ingin melihat sesi yang tersedia, cek jadwal TOEFL ITP Online Tes247.com.

Mengapa tes prediksi berkembang di Indonesia?

Tes prediksi bukan bagian dari evolusi resmi TOEFL ETS seperti PBT, CBT, atau iBT. Di Indonesia, istilah “TOEFL Prediksi” lazim dipakai untuk tes lokal yang meniru sebagian pola soal TOEFL guna memberikan estimasi kemampuan peserta.

Biaya dan akses mendorong kebutuhan alternatif latihan

Tes resmi memiliki biaya, jadwal, dan prosedur tertentu. Karena itu, lembaga pendidikan dan penyedia kursus mengembangkan tes latihan yang lebih mudah diakses agar peserta dapat mengetahui kemampuan awal sebelum mengikuti tes resmi. Namun, skor prediksi tidak otomatis setara dengan skor resmi ETS.

Kebutuhan administratif lokal juga ikut membentuk pasar

Sejumlah kampus atau instansi menggunakan tes internal, TOEFL-like test, atau sertifikat prediksi untuk kebutuhan yang mereka tentukan sendiri. Penerimaan selalu bergantung pada kebijakan institusi penerima, bukan pada nama “TOEFL” yang tercantum di sebuah layanan.

Di Tes247, TOEFL Prediction digunakan untuk latihan, evaluasi, atau dokumen pendukung jika pihak tujuan menerima jenis sertifikat tersebut. Layanan ini bukan TOEFL ITP, TOEFL iBT, atau tes resmi ETS. Penjelasan batas layanannya tersedia pada disclaimer TOEFL Prediction Tes247.com.

PBT, CBT, iBT, dan ITP bukan empat istilah yang setara

Perbandingan TOEFL iBT, TOEFL ITP, dan TOEFL Prediction
Istilah Posisi dalam sejarah/fungsi Status utama
TOEFL PBT Format berbasis kertas dalam sejarah TOEFL Format lama TOEFL resmi; kini bukan format utama global
TOEFL CBT Format komputer yang diperkenalkan 1998 Dihentikan setelah transisi ke iBT; administrasi terakhir 2006
TOEFL iBT Format internet yang diperkenalkan 2005 Format TOEFL resmi utama saat ini
TOEFL ITP Rangkaian asesmen institusional Digunakan untuk kebutuhan institusi sesuai kebijakan penerima
TOEFL Prediksi Tes latihan/evaluasi lokal Bukan tes resmi ETS

Perbedaan ini penting karena banyak orang menyamakan PBT dengan ITP atau menganggap semua tes berbasis komputer otomatis berarti CBT. Padahal, istilah tersebut merujuk pada konteks sejarah dan produk yang berbeda.

Mengapa TOEFL CBT akhirnya digantikan iBT?

ETS menjelaskan bahwa CBT merupakan langkah awal dalam program peningkatan tes. Kebutuhan berikutnya adalah mengukur kemampuan komunikatif secara lebih utuh. Karena itu, iBT dirancang agar peserta tidak hanya memilih jawaban, tetapi juga menggunakan bahasa dalam tugas terintegrasi yang lebih mendekati konteks akademik.

Perubahan tersebut memperlihatkan satu pola penting: transformasi TOEFL selalu mengikuti perkembangan teori kemampuan bahasa, teknologi, dan kebutuhan institusi, bukan sekadar tren mengganti media ujian.

Apa dampaknya bagi peserta di Indonesia sekarang?

Sejarah ini membantu menjelaskan mengapa pilihan tes bahasa Inggris di Indonesia terlihat beragam. Sebagian peserta membutuhkan TOEFL iBT untuk admissions internasional. Sebagian lain cukup menggunakan TOEFL ITP karena institusi tujuan memang menerimanya. Ada pula peserta yang memakai tes prediksi hanya untuk latihan atau kebutuhan lokal.

Karena itu, sebelum mendaftar, tanyakan tiga hal: jenis tes apa yang diminta, siapa penerbit skornya, dan apakah institusi tujuan benar-benar menerima format tersebut. Cara ini lebih aman daripada memilih berdasarkan harga atau kemiripan nama.

Sumber resmi sejarah TOEFL

FAQ tentang sejarah TOEFL CBT

  • Q: Kapan TOEFL CBT pertama kali diperkenalkan?
    A: ETS memperkenalkan TOEFL CBT pada Juli 1998 di banyak wilayah dunia.
  • Q: Kapan TOEFL CBT dihentikan?
    A: Administrasi terakhir TOEFL CBT berlangsung pada September 2006 setelah transisi ke TOEFL iBT.
  • Q: Kapan TOEFL iBT mulai digunakan?
    A: TOEFL iBT diperkenalkan pada September 2005 dan diluncurkan secara bertahap ke berbagai negara pada 2005–2006.
  • Q: Apakah TOEFL Prediction merupakan kelanjutan resmi TOEFL CBT?
    A: Tidak. TOEFL Prediction adalah tes latihan atau evaluasi lokal dan bukan bagian dari rangkaian resmi evolusi TOEFL ETS.

Pahami Format Sebelum Memilih Tes TOEFL

Sejarah TOEFL menunjukkan bahwa setiap format hadir untuk kebutuhan yang berbeda. Jika Anda sedang mempersiapkan TOEFL ITP, cek jadwal TOEFL ITP Online Tes247.com. Untuk evaluasi awal, gunakan layanan TOEFL Prediction di Tes247.com dan pastikan jenis tes selalu sesuai dengan persyaratan institusi tujuan.

Avatar Redaksi Info Tes247

Penulis

Ahmad Zayyan menulis tentang TOAFL dan pembelajaran bahasa Arab untuk kebutuhan akademik maupun evaluasi kemampuan bahasa. Pembahasannya mencakup format tes, persiapan peserta, skor, qira'ah, istima', qawaid, mufradat dan tarakib, serta penggunaan hasil tes sesuai ketentuan institusi tujuan.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda